Asalamualaikum...

Asalamualaikum...

Minggu, 08 Mei 2011

BIJI JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF MASA DEPAN


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sumber Daya Alam (SDA) adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai bagi manusia, yang telah memberikan dorongan bagi berlangsungnya proses kehidupan dalam peradaban yang saling menguntungkan, sehingga manusia dapat hidup secara layak dan harmonis karena layanan alam yang menjadi penopangnya.
Sebuah laporan terbaru dari Congressional Research Services (CRS) pada tahun 1985 dan 2003 kepada Komisi Energi di Konggres Amerika Serikat, menyebutkan bahwa jika tingkat penggunaan bahan bakar fosil masih terus seperti sekarang (tanpa peningkatan dalam efisiensi produksi, penemuan cadangan baru, dan peralihan ke sumber-sumber energi alternatif terbarukan), cadangan sumber energi bahan bakar fosil dunia khususnya minyak bumi, diperkirakan hanya akan cukup untuk 30-50 tahun lagi. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.1, yang menunjukkan cadangan minyak bumi dari beberapa negara di dunia, termasuk negara-negara anggota OPEC.
Tabel 1.1 Keberlanjutan Produksi Minyak Bumi Dunia
Cadangan  minyak
Negara
< 10 tahun
Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Indonesia*, Norwegia, Mesir,Argentina, Ekuador, Australia
< 50 tahun
Cina, Nigeria*, Aljazair*, Malaysia, Kolombia, Oman, India,
Qatar*, Angola, Rumania, Yaman, Brunei

< 100 tahun
Saudi Arabia*, Rusia, Iran*, Venezuela*, Meksiko, Libya*,
Brasil, Azerbaijan, Trinidad

> 100 tahun
Iraq*, Emirat Arab*, Kuwait*, Kazakhstan, Turkmenistan,
Tunisia, Uzbekistan

(Diolah dari U.S. Geological Survey Oil and Gas Journal, 1995-2000)
Keterangan: *) Anggota OPEC

Seperti halnya negara-negara lain di dunia, di Indonesia sendiri kebutuhan bahan bakar minyak mengalami peningkatan. Pada tahun 2007 atau paling tidak 2015 diperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara pengimpor minyak bumi (Directorat General Oil And Gas, 2000).
Salah satu permasalahan berkaitan dengan SDA adalah terjadinya krisis energi yang saat ini  kita hadapi. Harga BBM, listrik dan kebutuhan pokok lainnya yang kian melambung tinggi sehingga hampir sulit dijangkau oleh kemampuan ekonomi masyarakat terutama yang hidup merana dalam lingkaran kemiskinan. Ini terjadi karena SDA di Indonesia kebanyakan dikuasai oleh pihak asing. Ironis memang, kekayaan alam melimpah diberikan kepada orang luar sementara kehidupan masyarakat kita kian sulit mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.
Kemiskinan telah menjadi permasalahan pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, hingga maret 2006 penduduk miskin Indonesia mencapai 39,05 juta orang utau 17,75 % dari total penduduk sebesar 220 juta orang, dan yang tinggal di desa mencapai 63,4 (BPS). Kemiskinan adalah indikator terjadinya defisit kedaulatan dan keadilan. Kemiskinan terjadi akibat merosotnya ketahanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat, akibat hilangnya potensi ketahanan dan daya dukung lingkungan hidup (Kertas posisi walhi).
Minyak Bumi merupakan salah satu kekayaan yang ada di Indonesia yang tidak dapat diperbaharui. Di era globalisasi ini bahan bakar minyak (BBM) menjadi sorotan masyarakat khususnya di Indonesia. Karena harganya yang semakin tinggi dan sulit untuk mendapatkanya. Apalagi terjadi lonjakan harga minyak bumi dunia. Selain itu di Indonesia sendiri banyak oknum-oknum yang curang menimbun minyak-minyak tersebut demi keuntungan pribadinya.
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil sangat besar. Saat ini Indonesia merupakan negara pengimpor (net importi) BBM akibat pasokan energi dalam negeri mengalami kendala dimana trend produksi cenderung lebih rendah dibanding tingkat konsumsinya. Pada periode bulan Januari – Juli 2006, produksi BBM Indonesia hanya 1,029 juta barel per hari, sedangkan konsumsi BBM mencapai sekitar 1,3 juta barel per hari (www.mediaindo.co.id) sehingga ada defisit BBM sebesar 0,27 juta barel yang harus dipenuhi melalui impor dengan nilai sekitar USD 18.900.000 per hari (sekitar Rp. 170,1 milyar/hari) dengan harga minyak dunia mencapai diatas USD 70/barel.
Kebutuhan energi merupakan salah satu masalah krusial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Kebutuhan energi masyarakat dan industri setiap tahun mengalami peningkatan, sementara pasokan energi dalam negeri mengalami kendala akibat trend produksi energi yang lebih rendah dibanding tingkat konsumsinya. Masalah tersebut tidak akan pernah dapat diselesaikan apabila kita masih bergantung kepada sumber energi fosil yang sifatnya tidak terbarukan (kalaupun ada memerlukan jutaan tahun untuk produksinya). Kondisi tersebut diperparah dengan pengolahan minyak bumi yang terpusat, sehingga masyarakat terpencil mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan BBM. Harga BBM yang diterima oleh masyarakat tersebut akan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan karena adanya selisih biaya transportasi. Perbedaan harga tersebut dapat mencapai 2-8 kali. Pengembangan sumber energi alternatif yang bersifat terbarukan merupakan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Sebagai catatan kondisi sumber energi berbasis fosil di Indonesia (www.dunianyabiosains.blogspot.com):
1.   Cadangan batubara kita sekitar 50 miliar ton (3% potensi dunia) diperkirakan dapat digunakan sedikitnya 150 tahun mendatang
2.   Cadangan panas bumi sekitar 27 ribu MW (40% potensi dunia)
3.   Tenaga air sekitar 75 ribu MW (0,02% potensi dunia)
4.   Cadangan minyak bumi sekitar 9,7 barel dan diperkirakan akan habis 15 tahun lagi bila tidak ada eksplorasi baru.
Minyak jarak merupakan satu diantara berbagai macam sumber energi alternatif terbarukan yang prospektif untuk dikembangkan.
Berdasarkan pengamatan empirik di lapangan diperoleh informasi bahwa sebenarnya pemerintah telah mendukung program pembuatan bahan bakar nabati (BBN) dari biji jarak. Itu dituangkan dalam Intruksi Presiden No.10 th 2005 dan Perpres RI tentang kebijakan Energi Nasional No.5 Tahun 2006, tetapi masyarakat tidak tahu apa itu biji jarak dari mulai penanaman sampai dengan proses pengolahannya. Oleh karena itu dari permasalahan tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengetahui dan mengkaji serta mencoba menuangkan dalam bentuk karya tulis tentang pemanfatan biji jarak sebagai sumber energi alternatif yang berjudul ”Biji jarak pagar(Jatropha curcas L.) sebagai Sumber Energi Alternatif Masa Depan”.

B.     Identifikasi dan Perumusan Masalah
1.      Identifikasi masalah
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, dapat kami kemukakan tentang permasalahan krisis energi minyak bumi, antara lain:
a.    kebutuhan masyarakat dan industri terhadap bahan bakar fosil setiap tahunnya mengalami peningkatan, sementara itu ketersediaan energi semakin berkurang karena tingkat konsumsinya yang semakin tinggi
b.    semakin berkurangnya bahan bakar fosil diperlukan suatu upaya pencarian energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Salah satunya adalah pemanfaatan biji jarak pagar (Jatropha curcas) sebagai sumber bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM).
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, penulis mencoba merumuskan permasalahan pokok dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:
a.       mengapa biji jarak pagar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) ?
b.      bagaimana cara membudidayakan tanaman biji jarak pagar ?
c.       bagaimana pengolahan biji jarak pagar hingga menjadi bahan bakar nabati (BBN) ?.

C.      Tujuan Penulisan
Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang biji jarak pagar yang menghasilkan bahan bakar alternatif. Secara rinci tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji serta menganalisa lebih jauh mengenai:
1.      cara penanaman biji jarak pagar
2.      kegunaan biji jarak pagar sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak
3.      kandungan biodisel biji jarak dibandingkan dengan bahan bakar lainnya
4.      cara pengolahan biji jarak pagar menjadi Bahan Bakar Nabati (BBN).



D.      Kegunaan Penulisan
1.      Kegunaan Secara Ilmiah (Teoritis)
Hasil karya tulis ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan gambaran terhadap khasanah ilmu pengetahuan mengenai pemanfaatan biji jarak pagar sebagai sumber energi alternatif pengganti minyak diesel berbasis bahan bakar fosil.
2.      Kegunaan Secara Praktis
Secara praktis Karya Tulis ini dapat bermanfaat :
a.       sebagai sumber informasi dan gambaran bagi para petani untuk lebih memicu semangatnya dalam menanam biji jarak pagar ini
b.      sebagai salah satu usaha pemanfaatan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas Link) sebagai sumber energi alternatif
c.       dalam upaya mengelola dan memanfaatkan bahan bakar biodesel ini di masa yang akan datang.

Apabila Anda tertarik dengan kelanjutan karya tulis ini Silahkan :

Forwarded by : Teguh Syaefulloh Kartiwan (Pelajar/Kuliah)
Anda TERTARIK ?

Contact :
Hp : 082118494535
Tguh95@yahoo.com
atau    Facebook dengan alamat Email yang Sama..
//id-id.facebook.com/people/Kukuh-Kartiwan/1802414125

Terimakasih sudah mengunjungi situs ini...
SEMOGA BERMANFAAT ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar